RUANG
JEJARING
"Satu tautan untuk menyambung rindu, dari Medan hingga ke seluruh penjuru dunia."
Seluruh dana sponsor dialokasikan untuk
Riset & Maintenance Database SEYHOKKIEN
Dialek Hokkien (Minnan) tersebar di berbagai belahan dunia mengikuti arus migrasi para leluhur selama berabad-abad. Sama seperti bahasa lainnya yang berpindah tempat, dialek ini pun beradaptasi dengan lingkungan baru. Di Medan, Hokkien berkembang dengan corak yang khas, menyerap berbagai pengaruh dari bahasa lokal dan pergaulan sehari-hari di kota ini.
"Bahasa adalah alat komunikasi yang dinamis. Hokkien Medan hanyalah satu dari sekian banyak varian dialek yang menunjukkan bagaimana interaksi antarbudaya terjadi secara alami di tanah Deli."
Karakteristik Hokkien Medan memang cukup menonjol karena gaya bahasanya yang lugas dan spontan, hasil dari pergaulan multikultural di Medan. Bagi sebagian orang, dialek ini mungkin terasa jauh berbeda jika dibandingkan dengan Hokkien di Taiwan atau Singapura, namun itulah konsekuensi logis dari sebuah bahasa yang digunakan dalam konteks sosial yang berbeda-beda.
Proyek SEYHOKKIEN hadir sekadar untuk mendokumentasikan apa yang masih ada saat ini. Kami mengumpulkan kosakata, idiom, dan cara tutur yang biasa digunakan sehari-hari agar setidaknya tercatat sebelum mengalami pergeseran lebih lanjut seiring pergantian generasi. Tidak lebih dari sekadar arsip sederhana.
Jika kawan-kawan memiliki ketertarikan untuk melihat koleksi kami, atau sekadar ingin berbagi catatan mengenai dialek ini, kami menyediakan akses untuk itu. Tidak ada paksaan atau narasi muluk-muluk; kami hanya menyediakan ruang bagi siapa saja yang ingin bersua dan berbagi informasi mengenai bahasa yang satu ini.
HALL OF
HONOR
"Daftar para pahlawan yang menjaga detak jantung dialek Medan tetap berdenyut di era digital."
Archive
End of Contributors List